66 total views,  1 views today

MAHASISWA BALIKPAPAN TERUS TOLAK OMNIBUS LAW

 

DI BALIKPAPAN MASIH ADA DEMO OMNIBUSLAW, MEMINTA UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA DICABUT

PEMERINTAH SOSIALISASI MENCEGAH ADANYA HOAKS, BUKU UNDANG-UNDANG DISERAHKAN DPR 14 OKTOBER

KETIKA DI BERBAGAI DAERAH AKSI UNJUKRASA SUDAH MULAI MEREDA, HANYA DI BALIKPAPAN DEMONSTRASI MASIH TERJADI KAMIS 15 OKTOBER SIANG. PULUHAN PENGUNJUKRASA YANG MENGATASNAMAKAN MAHASISWA MENYUARAKAN PENOLAKAN TERHADAP UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA.

Inilah demonstrasi mahasiswa yang ketiga kalinya di Kota Balikpapan, Setelah pekan kemarin dua kali menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat di DPRD Balikpapan, aksi ketiga juga menyuarakan hal serupa dengan tuntutan sebelumnya, yakni menolak undang undang cipta kerja yang kemarin sudah diserahkan DPR kepada pemerintah untuk diundang-undangkan.

Massa pengunjukrasa dengan suara khas mahasiswa meminta agar undang-undang sapu jagat itu dicabut. Dalam orasinya, pengunjukrasa menyebutkan bahwa undang-undang itu memberikan peluang pengusaha asing menguasai Indonesia. Namun sayang tidak banyak disebutkan pasal mana saja yang memberatkan para mahasiswa.

Foto : suasana demonstrasi mahasiswa.

Foto : suasana demonstrasi mahasiswa.

Diberbagai daerah, aksi unjukrasa sudah mereda setelah semakin massifnya pemerintah mendistribusikan isi dari undang-undang Cipta Kerja, Sebelumnya pemerintah telah mengcounter 12 berita hoaks mengenai undang-undang cipta kerja, bahkan telah menangkap pelakunya.

Secara resmi, DPR RI baru menyerahkan buku undang-undang kepada pemerintah 14 Oktober, namun sejak diketuk palu pengesahan tanggal 5 Oktober 2020, di masyarakat telah beredar berbagai versi undang-undang yang diantaranya adalah hoaks , karena isinya hasil karangan pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

Tim Kaltim TV, Tina melaporkan dari Balikpapan

Tinggalkan Balasan