25 total views,  1 views today

Selili Longsor Lagi

 

KOTA SAMARINDA DAN SEBAGIAN DAERAH DI KALIMANTAN TIMUR DILANDA HUJAN INTENSITAS TINGGI DALAM DUA HARI TERAKHIR BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA MEMPERINGATKAN HUJAN LEBAT DISERTAI KILAT DAN PETIR MASIH BAKAL BERLANGSUNG SAMPAI AKHIR TAHUN 2020.

Hujan yang melanda Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir mulai menyebabkan beberapa titik genangan air di kawasan langganan banjir.Walaupun belum parah tapi sudah ada kawasan mengalami longsor,Seperti di Jalan Lumba-Lumba Selili Samarinda Ilir.

Postingan netizen di facebook menunjukkan foto-foto akibat tanah longsor yang menyebabkan kerusakan kawasan dan bangunan. Hujan deras sejak hari Jumat 27 November dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah perbukitan di Selili yang menjorok ke Sungai Mahakam longsor. Keterangan di lapangan menyebutkan 1 bangunan musholla mengalami rusak berat.

Longsor di kawasan Selili sudah sering terjadi/ sejak tahun 2018 silam setidaknya ada 18 bangunan rumah warga mengalami kerusakan. Saat ini Tim BPBD bersama para relawan sudah membangun Posko di kawasan Jalan Lumba-lumba Selili.

Sementara itu, BMKG Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam websitenya mengumumkan peringatan dini bagi masyarakat Kalimantan Timur. Hampir semua kawasan disebut-sebut bakal mengalami hujan intensitas tinggi, termasuk Samarinda, Tenggarong dan Pulau Derawan Berau serta kawasan hulu Sungai Mahakam.

Warga diminta waspada mengantisipasi situasi yang mungkin terjadi akibat pengaruh cuaca hujan intensitas tinggi. Presiden Joko Widodo bulan lalu mengumumkan adanya fenomena La Nina di mana pengaruhnya di Indonesia akan menambah insentitas hujan sebanyak 20 sampai 40 persen dari kondisi normal.

Tim Kaltim TV, melaporkan

Tinggalkan Balasan