17 Oktober 2021

Areal “Santan Batubara” Dijarah

 308 total views,  2 views today

Areal “Santan Batubara” Dijarah

 

KASUS ILLEGAL MINING DI KECAMATAN MARANGKAYU KUTAI KARTANEGARA. TERNYATA MASUK DALAM AREAL KONSESI PERUSAHAAN PT SANTAN BATUBARA. PERUSAHAAN PEMEGANG KONSESI PKP2B ITU MENGAKU TIDAK TAHU DENGAN PENJARAHAN TERSEBUT DAN MEMINTA PIHAK BERWAJIB BERTINDAK.

Inilah dilematis pemberian izin perusahaan tambang yang terjadi di Kaltim. Arealnya belum digarap secara ekonomis, tapi justru menjadi sumber penjarahan para pelaku illegal mining. Seperti yang terjadi di Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim sudah meninjau kasus pertambangan liar di Marangkayu. Dari peninjauan itu diketahui ada kawasan-kawasan yang berlubang karena digali untuk mengambil batubara yang terlihat mata. Pelakunya masyarakat diduga dibantu pengusaha untuk menyediakan peralatannya.

Kawasan yang dijarah diantaranya adalah konsesi yang dipegang oleh PT Santan Batubara. Perusahaan ini memiliki izin PKP2B atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dari pemerintah pusat. perusahaan belum memanfaatkan lahan konsesinya/ bahkan tidak tau kalau batu bara di lahannya dijarah.

Sebelumnya Wartawan Kaltim TV memberitakan adanya penambangan liar di kawasan Marangkayu yang masuk wilayah administrasi kabupaten kutai kartanegara. Batu bara hasil galian dibawa ke tepi jalan poros Samarinda-Bontang dan kemudian diangkut oleh truk. Tumpukan-tumpukan kecil itu ada di beberapa tempat yang kemudian dikumpulkan untuk dijual.

Dinas Pertambangan mengakui sudah meninjau beberapa lokasi tambang liar. Selain di Marangkayu, juga di kawasan L Separi dan Loa Janan yang seluruhnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sejauh ini, menurut Azwar Buaran, pihaknya menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan tindakan hukum, karena Dinas ESDM tidak dibekali oleh petugas polisi khusus tambang.


Tim Kaltim TV, Hardin, melaporkan